Skip navigation

 Ini judul saya ambil dari okezone.com edisi kemarin, judul yang kontroversial yang diucapkan oleh pak Probosutejo. Saya sendiri memang jadi bertanya-tanya, memang apa aja yang dikorup sama pak Harto? Yah maklum saya ini orang yang ngga terlalu perduli disaat mahasiswa2 pada tahun 96 sampai 98 teriak2 kalo Presiden kita itu adalah koruptor ulung. Sampai saat ini pun saya masih juga bingung, ko’ malah setelah reformasi justru orang2 jadi pada gila korupsi?.

Saya mau coba flashback *halah so’ british*, selama 30 tahun lebih pak Harto jadi presiden, beliau punya konse pembangunan yang disebut PELITA. Pelita 1 hingga Pelita 5. Pembangunan berkembang pesat walau memang kurang merata, uang negara banyak digelontorkan untuk mbangun ini itu dll, mengangkat nama Indonesia kekancah internasional, membuat bangsa kita disegani dimata dunia. Minimal di Asia tenggara, bangsa kita adalah bangsa terbaik.

Pelita 5 itu era lepas landas. Disini patut kita garis bawahi, dimana akhirnya hancur oleh reformasi. Saya berandai2 jikalau saja Pelita 5 itu berjalan lancar.. hmmm, bukan cuma CN 235nya Habibie aja yg lepas landas, bangsa kita pun saya yakin akan lepas landas ke Negara Dunia ke-2 (secara skrg masih di dunia ke-3 keneh euy). Ya.. apa mau dikata reformasi udah kebablasan.

Dengan bangga mahasiswa meletakkan batu pertama reformasi dengan diawali pembakaran pengerusakan penghancuran Ibukota. Diiringi jeritan gadis2 cina yang diperkosa di glodok dan sekitarnya,  si Amien Rais menyatakan diri sebagai pemimpin reformasi untuk lebih baik!.  Diatas segala penderitaan masyarakat yg terkena PHK karna sebagian besar perusahaan bangkrut setelah reformasi, kita menjalankan REFORMASI.

Lalu, dimana letak korupsinya pak Harto? lebih parah mana jika dibandingkan dengan ratusan anggota DEWAN yg terhormat saat ini, yang tiap bulan menuntun kenaikan gaji dan tunjangan2 lainnya atas nama rakyat?

Advertisements

35 Comments

  1. Untuk pembuktian bersalah atau tidak kan perlu pengadilan, selama ini pengadilan mana yang bisa menyentuh beliau?

    Sebagai orang yang merasa benar, harusnya beliau tidak perlu menghindari pengadilan, keluarga dan kroninya juga tak perlu kuatir. Dengan kekayaan mereka yang luar biasa, keputusan apapun bisa dibeli kan?

  2. @ Guh

    justru itu mas guh, sampai sekarang semuanya masih klise, dan yang membingungkan itu justru pihak mana yang dirugikan? pemerintah kah? atau siapa? Rakyat? yang mana? 😕

  3. ehmm…*sambil mbenerin duduk*
    saya kira bukan korupsinya tapi kolusi dan nepotismenya juga perlu di sorot, diawali dengan fusi multi partai menjadi hanya tiga partai, kemudian ‘membeli suara’ pegawai negeri sipil untuk partai golkar, kemudian ‘menyetir’ DPR sbg ‘pengawas’ legeslatif…dst…dst.. saya kira dosanya sudah banyak.
    ehmmm… bapak saya pegawai negeri dan pada saat itu nggak ada pegawai negeri yg berani milih selain Golkar, tanya kenapa? Oh ya tanya juga penduduk sekitar waduk gajah mungkur yg tanahnya diambil paksa dan orang2nya dituduh PKI supaya mereka mau ngelepas tanahnya tanpa ganti rugi.

  4. Menanggapi komen joyo.

    saya kira bukan korupsinya tapi kolusi dan nepotismenya juga perlu di sorot, diawali dengan fusi multi partai menjadi hanya tiga partai, kemudian ‘membeli suara’ pegawai negeri sipil untuk partai golkar,

    Dalam IlPol, ini namanya fenomena incumbent, di mana penguasa yang tengah berkuasa bisa melakukan pengaruh apapun sehingga ia berkuasa lagi. Di sini, Pak Harto meminimalisir Partai dan mewajibkan PNS coblos Golkar sebagai upaya politik agar kekuasaannya tetap langgeng. :mrgreen:
    IMO, fenomena incumbent ndak bisa dicap benar salah karena itu termasuk permainan politik. 😉

  5. @ Joyo

    mending 3 partai bro dari pada ratusan partai.. nenek gue ampe sakit mata gara2 susah nyari gambar pohon beringin waktu pemilu kemaren.. 😆

    Oh ya tanya juga penduduk sekitar waduk gajah mungkur yg tanahnya diambil paksa dan orang2nya dituduh PKI supaya mereka mau ngelepas tanahnya tanpa ganti rugi.

    tanya juga sama reformis kenapa sekarang buat beli minyak tanah juga rakyat musti ngantri gila2an?? back to the 1965?? 😕

    @ rozenesia

    yup.. thats politics.. 😎

  6. hmm…bener juga tuh mas,…
    mungkin yang di korup di jaman reformasi lebih besar dari yang di korup pada zaman pak harto…

    yup kali enakan 3 partai sampai 5 partai soalnya kondisi politik akan lebih stabil…sehingga akan ada satu partai mayoritas yang mendukung pemerintahan….sehingga apa yang kebijakan presiden dapat dilakukan dengan maksimal

    bukan seperti sekarang…SBY dari partai kecil…akhirnya belingsatan bikin koalisi di DPR…takut2 kalo kebijakannya tidak di dukung DPR…

  7. @ Tedy

    ya bisa dibilang begitu, pemimpin itu harus punya power juga bukan cuma kharisma aja..

  8. kalo mas brain tanyak kayak gitu, coba tanyakan pada george yunus adetjondro. konon dia punya bukti segudang untuk memenjarakan pak harto. *halah* tapi bagaimanapun juga sih pak harto sekalipun dianggap korup agaknya kita juga ndak baek kalo ngungkit2 masalah KKN-nya. mending kita berdoa saja mudah2an pak harto lekas ….

  9. @ Sawali

    George Yunus itu siapa ya kang?? 😕

    itu lekas apa?????? 😆

  10. semua itu khan masih perlu bukti .
    tidak ada manusia yang sempurna , tapi bukan berarti lemah dan membuat kita berbuat salah
    saya mau mengundang untuk liat tulisan ini
    http://realylife.wordpress.com/2008/01/13/pulang/
    makasih

  11. hehehehe… ini melawan arus afa satir? 🙄

    Btw, katanya sih yang di korup itu dana yayasan supersemar. Tapi belon terbukti juga sih. 😀

  12. @ lah iya.. mana buktinya ya??

    ok.. meluncur ke TKP

    @ Dana

    sekedar sentilan mas.. 😀

    *menunggu mas dana menggelontorkan bukti2*

  13. pusing ya….
    well… klo dibalikkan pertanyaannya gimana:
    buktikan bahwa pak harto tidak bersalah? hehehe peace 😛

  14. aduh… yang tadi ngomong wa 😛

  15. Aduch korupsi lagi … pusing
    Tetapi bagaimana mau diselidiki dan diadili, lha nanti kalau hal itu dilakukan malahan akhirnya akan terbentuk suatu jaringan (korupsi) yang luas. Makanya mendingan tidak usah diselidiki dan diadili daripada kita kehabisan pejabat negara … karena dihukum semua 😈

  16. lha saya gak bilang 3 partai labih baik/ buruk ketimbang multi partai je…
    IMO, 2 atau 3 partai lebih efektip ketimbang multi partai.
    Setau saya, doeloe, PNS yg gak nyoblos golkar bisa ‘mati’ kariernya, apa itu bukan kejahatan? anggota DPR dan MPR yg vokal aja langsung direcall, klo gak salah Sri Bintang Pamungkas pernah tu di penjara gara2 vokal.

    btw apa yg terjadi saat ini proses, dulu pas jamannya pak harto juga proses, jadi ya mari kita liat klo perlu urun tenaga dan pikiran untuk sedikit2 mbantu negara ini supaya jadi lebih baik jgn mantengin blog aja 😀

  17. Tapi apapun, enak jaman pak Harto lah..
    Dan satu lagi yg saya suka dgn pak Harto adalah ketika beliau membuat PP 10.
    Bayangin aja, apa jadinya Indonesia bila pak Harto istrinya lebih dari satu??
    Satu Tommy aja udah bikin negara kelimpungan, apalagi 4 Tommy.. 😛

  18. “ko’ malah setelah reformasi justru orang2 jadi pada gila korupsi?.”
    ya iyalah, lha wong pada ketauan….kalo dulu kliatannya sih tenang-tenang ajah, lha wong ndak ketahuan…tafi saia ndak isa ngasih bukti sih…jadi ya mungkin dulu orang-orang ndak pada korupsi. Ah, indahnya orde baru, sama sekali ndak ada yang ketauan korupsi…..mhuehuehuehuehuehue
    “Pembangunan berkembang pesat walau memang kurang merata, uang negara banyak digelontorkan untuk mbangun ini itu dll, mengangkat nama Indonesia kekancah internasional, membuat bangsa kita disegani dimata dunia. Minimal di Asia tenggara, bangsa kita adalah bangsa terbaik.”
    dari luar sih begitu, tapi dalemannya jadi kropos. pembangunan hanya terpusat saja, sedangkan daerah-daerah? diambil SDA-nya, untuk dipakai di pusat. Anak SMA aja tau ko’, itu salah satu penyebab kenapa terjadi kerusuhan-kerusuhan di berbagai daerah, dan juga kenapa banyak orang-orang ndeso yang ngemis dijakarta…tapi skali lagi, emang ga ada buktinya sih…ah ya, orde baru emang indah sangadh! mhuehuehuehuehuehue…
    “Pelita 5 itu era lepas landas. Disini patut kita garis bawahi, dimana akhirnya hancur oleh reformasi. Saya berandai2 jikalau saja Pelita 5 itu berjalan lancar.. hmmm, bukan cuma CN 235nya Habibie aja yg lepas landas, bangsa kita pun saya yakin akan lepas landas ke Negara Dunia ke-2 (secara skrg masih di dunia ke-3 keneh euy). Ya.. apa mau dikata reformasi udah kebablasan.”
    johhh? ndak mbaca kasus IPTN ya? ah ya, belom ada bukti yang kuat dink……..setau saia sih, walopun ndak ada bukti nih ya, pelita terlalu terburu-buru dan terlalu dipaksakan. okeh, pembangunan pesat (walofun terfusat, eh ya dink, ndak ada buktinya…), tapi sayang ndak diikuti sama peningkatan kualitas SDM endonesa….jadi kalofun fesawatnya uda lefas landas, munkin filotna kali yang ga ada…
    “Dengan bangga mahasiswa meletakkan batu pertama reformasi dengan diawali pembakaran pengerusakan penghancuran Ibukota. Diiringi jeritan gadis2 cina yang diperkosa di glodok dan sekitarnya, si Amien Rais menyatakan diri sebagai pemimpin reformasi untuk lebih baik!. Diatas segala penderitaan masyarakat yg terkena PHK karna sebagian besar perusahaan bangkrut setelah reformasi, kita menjalankan REFORMASI.”
    mahasiswa? pengrusakan? penghancuran ibukota? pemerkosaan? buktikan, dimana mahasiswa melakukan tindakan seperti itu?! ah ya, untuk paragraf ini, saia agak ndak suka he…soale terlihat ada generalisasi disini….bukannya yang merkosa, menghancurkan, dan merusak itu massa? yang emang preman-preman pasar didaerah glodok? tapi okeh! saia ndak funya bukti, tafi masnya juga ndak punya bukti lho….mhuehuehuehuehuehue. ah ya! ada lage, PHK dan bangkrut? krisis sama reformasi itu beda lho…krisis itu terjadi sebelum reformasi. hmmm..ini ada link yang semoga cukup membantu menambah referensi sahaja
    http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/1998/05/20/0011.html
    http://www.dephan.go.id/fakta/p_semanggi.htm
    http://noertika.wordpress.com/2007/04/03/perkosaan-massal-mei-98-tragedi-atau-sekedar-propaganda/
    “Lalu, dimana letak korupsinya pak Harto? lebih parah mana jika dibandingkan dengan ratusan anggota DEWAN yg terhormat saat ini, yang tiap bulan menuntun kenaikan gaji dan tunjangan2 lainnya atas nama rakyat?”
    hohoho…dibandingkan sama dewan-dewan itu ya? mhuehuehuehue…pinter…pinter………ah ya! tapi bentar! mana buktinya mereka melakukan penuntutan tersebut hanya untuk kepentingan mereka? bisa saja khan, itu untuk kepentingan rakyat? khan ndak ada buktinya……..

    no offence 😀 ah ya, sedangkan saia sih ndak bela ORLA, atau ORBA. yang penting saia masih bisa idup tenang bisa posting de el el, jadina saia ndak terlalu mikirin soal kerugian negara, utang yang bertumpuk, sebagian rakyat yang waktu ORBA mesti…ah sudahlah, ngapain dipikirin! ya ngga! ya ngga!
    sori komengna kepanjangan, sori juga kalo ternyata ini postingan satire atau apa, maklum, saia ini orang yang bodoh dan sok tau sangadh, mhuehuehuehuehuehue…
    no offence skali lagi! hanya berpendapat saja, walopun tanpa bukti….mhuehuehuehuehuehueheu

  19. Seorang pejuang sejati tidak akan pernah takut untuk ber-korban demi kebenaran. Bung Karno sudah mem-bukti-kan-nya, bahkan di masa tua-nya pun dia masih siap men-jalani status sebagai tahanan.

    Bagaimana dengan Soeharto? Apa yang di-takut-kan-nya sehingga begitu gigih ber-juang agar tidak di-adili sama sekali? Bahkan tiap kali sidang di-ada-kan, selalu saja ada alasan sakit. Padahal giliran silaturahmi dengan orang lain, dia sehat-sehat aja kok. 😕

    Aku ber-pikir dari sisi kita tidak mungkin mem-banding-kan yang puluhan tahun tanpa ada satu-pun yang di-izin-kan ber-bicara dengan yang baru beberapa tahun dalam masa transisi dengan demokrasi yang emang benar-benar di-laksana-kan.

  20. Bukannya semua bukti kasat mata yah … berapa gajinya sebagai president dan seberapa besar nilai kekayaannya. Anyway, bukan urusan kita kali yah …

    -Ade-

  21. @ shinobi

    😯

    @ deKing yang lagi-lagi sedang sibuk lagi

    *ngasi paramex buat pakde*

    iya bro.. kalo emang kebukti korup, pastinya dari atas ampe bawah kena semua itu.. mungkin yang mimpin sidang juga sukarela masuk penjara.. hehehe

    @ joyo

    dalam pembangunan harus ada yang dikorbankan bro.. hehehe

    @ qzink

    😕

    @ extremusmilitis

    demokrasi yang kebablasan nih.. 😆

    @ Ade

    he eh de.. bukan urusan kita.. masalahnya gaji sendiri aja orang laen ga boleh tau, masa kita mau tau gaji orang lain sih?? 😛

  22. *benerin peci*
    *komat-kamit doaian pak Harto*

    Tidak adil rasanya mempersalahkan dan menimpakan semua beban kesalahan orde baru hanya kepada Pak Harto (semoga Allah merahmati beliau). Rezim merupakan kumpulan banyak orang, bukan satu orang. Pada zaman orde baru, bukan hanya Pak Harto (semoga Allah merahmati beliau) yang menyetir negeri ini. Ada anggota DPR/MPR, para mentri, pejabat birokrat dan politisi-politisi partai.

    Jika memang ada kebijakan dan keputusan Pak Harto (semoga Allah merahmati beliau) yang salah, keliru, tidak tepat bahkan zalim, kenapa atuh DPR/MPR diam? Kenapa atuh para mentrinya malah mengamini? Kenapa atuh pers ikut bungkam? Kenapa atuh anak bangsa juga malah pada ngumpet dan no comment? Alasannya paling karena merasa segan dan takut kepada Pak Harto (semoga Allah merahmati beliau). Lha, menegakkan kebenaran kok takut? *sok berani :mrgreen: *

  23. repelita yang dibikin pak harto sebenarnya sangat baik sekali, bahkan bisa membawa indonesia ke swasembada beras tahun 1984. Kalo saja ndak ada krisis moneter mungkin utang2 RI yang jatuh tempo bisa terbayarkan dengan baik. Sekarang indonesia malah jadi importir beras terbesar di dunia.

  24. mas? komeng saia mana? kmaren masup moderasi apa ya? tulung dunk dikeluarin mas?

  25. ironi kebangsaan.
    Masing2 sbenarnya merasa berhak disebut pahlawan di Indonesia.
    Padahal seorang pahlawan tidak perlu menyebutkan jasa2nya. Biarkan dikenang oleh penerus2nya.
    Seperti itu yang terjadi di bangsa kita, masing2 mengklaim dirinya yang memberikan kontribusi tanpa adanya kontribusi nyata.
    jadi kalo mo disebut pahlawan ngak usah sebut2 jasa….

  26. @ hoek

    hehehe.. sori bro, saya ndak tau kalo ada yg nunggu moderasi.. hehehe biasanya khan langcung masup aja gitu..

    tapi sekali lagi ah.. mana buktinya ?????? 😆

    @ Ram ram muhammad

    amin ya Allah amin.. hanya Ia yg tau kang

    @ misterpopo

    sungguh disayangkan ya mister, sampe beras pun akhirnya ngimpor dari vietnam

    @ Hoek

    mangap mangap sagadh.. saia ndak tau.. tafi sudah saia kheluarkhan 😛

  27. gw setujuuuu…..
    sebenernya kenapa setelah masuk reformasi korupsi jadi makin gilaa??
    nah loo… lagipula pas selama 30 tahun soeharto memimpin kepresidenan, bukankah indonesia sempat mengalami masa kejayaannya sehingga mendapat julukan ‘rising tiger of asia’??

    sedih juga gw…
    sekrg org2 cuma bisa menkritik sambil bertindak anarkis..
    tanpa ada kontribusi yang jelas…
    ga masuk di akal…

  28. hm..sebagai orang sotoy, gue liatnya sih pak harto itu emang pinter skali membangun istana,, tapi sayangnya istana tersebut dibangun diatas lumpur hisap. intinya, keindahannya semu belaka gituh.. seperti negara tetangga kita yang makmur sentosa itu.. ga banyak yang tau kalo pemerintahnya korup, yang penting hidupnya sejahtera. jadi, mending bahagia diatas lumpur hisap, atau bobrok diatas tanah stabil? kasian ya pilihan kita begitu terbatas =_=

  29. ::entah saya yang terlalu naif, namun terus terang saya sangat bangga, kepada Pak Harto, dapat kita rasakan setelah Bung Karno dan Pak Harto, sepertinya belum ada konsep kenegaraan yang jelas,
    entah buruk menurut yang lain, Repelita dan P4 adalah konsep yang sangat bagus, sayangnya setiap pelita terjadi pergeseran, hingga pelita 5, yang seharusnya membangun industri yang menunjang pertanian, malah bergeser ke Industri yang sangat maju, yang akhirnya menggeser pekerja pertanian masuk ke pekerja industri, yg akhirnya hancur semua…
    namun begitulah nasib Bangsa ini, membudayakan tendang menendang, sikut menyikut, sepertinya kalimat majemuk harus diubah dulu ke kalimat tunggal baru Indonesia ini mengalami kemajuan…
    Semoga rakhmad Allah tercurah bagi Beliau, apapun bentuknya

  30. @ arul

    seharusnya pahlawan adalah tanda jasa ya, bukan sebuah lomba..

    @ Nane

    yup.. ga’ ada kontribusi apa2.. 🙂

    @ v!n+

    buah simalakama? dimakan mati bapak , tak dimakan mati ibu

    pilihan sulit 😕

    @ zal

    semoga manusia tercerahkan.. amiinn..

  31. Mas, kalo saya mungkin minta pengadilan dengan pembuktian terbalik aja deh. ini metode yang paling valid untuk membuktikan kasus korupsi yang sayangnya ditolak oleh mereka yang ada di kekuasaan karena korupsi mereka pasti bakal kebongkar. jadi mohon dengan hormat agar pak harto mengungkap berapa kekayaannya yang sesungguhnya kemudian tolong jelaskan kekayaan itu dari mana saja. selain itu juga perlu disoroti pemberian konsesi-konsesi bisnis pada anak-anak, kerabat serta para kroninya. contoh tommy dan proyek mobnas, tutut dan monopoly jalan tol, dst. berikutnya lagi dengan kasus penghilangan aktivis dan pemberangusan kebebasan bicara, kita sekarang dengan bebas mengeluarkan pendapat melalui berbagai media (termasuk blog) tapi apa yang terjadi dengan wiji tukul dan berbagai aktivis lain yang sampai sekarang masih tidak diketahui keberadaannya. Semua kasus ini dan berbagai masalah lainnya memang mungkin tidak terkait langsung dengan pak harto dan saya setuju bahwa para mentri, pejabat bahkan kita sebagai masyarakat ikut memiliki andil dalam kebobrokan ini (ingat satu-satunya syarat agar kejahatan bisa berlangsung – dan akhirnya menang – adalah ketidak pedulian dan kediaman kebaikan).

    Saya setuju bahwa banyak hal positif yang dicapai dalam era orde baru seperti swasembada pangan dan seterusnya namun demikian lihatlah juga pada proses dan biaya yang harus dikeluarkan untuk mencapai hal tersebut. lihat petani yang sampai sekarang tidak mampu keluar dari lingkaran setan kemiskinan karena mereka memang secara sistemik dijadi tumbal untuk proses swasembada pangan. lihat juga pemaksaan program kb dan berbagai program lain yang dilaksanakan dengan mengebiri kebebasan dan hak-hak rakyat, tentang tanah-tanah rakyat yang dipaksa diambil demi proyek-proyek pemerintah.
    DAN PLEASE MOHON CABUT BAGIAN INI DARI

    “Dengan bangga mahasiswa meletakkan batu pertama reformasi dengan diawali pembakaran pengerusakan penghancuran Ibukota. Diiringi jeritan gadis2 cina yang diperkosa di glodok dan sekitarnya”

    Tulisan anda seakan menuduh mahasiswa berada dibelakang semua kerusuhan yang terjadi pada masa tersebut. saya nyatakan sebagai salah satu orang yang ada disana pada saat kejadian itu terjadi MAHASISWA TIDAK BERADA DIBELAKANG KERUSUHAN YANG TERJADI, MAHASISWA SAMA SEPERTI RAKYAT ADALAH KORBAN DARI KERUSUHAN TERSEBUT.

    Dan salah satu penyebab kerusuhan tersebut adalah akumulasi kekecewaan rakyat yang terlalu lama ditindas, rakyat yang kecewa ketika kekayaan negara terakumulasi ditangan beberapa gelintir elit.

    Maaf kalo komentar saya terlalu panjang dan tidak menggunakan tata bahasa yang baik.

    ShiGe

  32. betul…

    Pak Harto tidak bisa dibilang korupsi sebelum terbukti korupsi [oleh pengadilan tentunya].

    tapi sayang, tradisi mengadili [mantan] pemimpin bangsa belum dikenal dinegeri ini. tidak seperti di Korea Selatan. Dan juga sepertinya banyak yg takut “menyentuh” Soeharto. 😕

  33. @ shige

    pendapat saya kan pendapat rakyat juga.. 😕

    @ Pyrrho

    jadi harus gimana ya?

  34. saya tidak punya kapasitas untuk membuktikan suharto korupsi.
    tapi yang jelas, beliau pemimpin di zaman yang salah.
    dan itu juga saya sebenarnya tidak punya kapasitas untuk menilai beliau,..

  35. MUNGKIN KALAU PAK HARTO MASIH BERKUASA KITA SUDAH BISA LEPAS LANDAS KEALAM MAYA


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: