Skip navigation

    Sudah lama sekali ia merindukan sebuah rumah tanpa tanda kutip. Tapi sekelompok manusia bernama keluarga akhirnya keluar dari gubuk usangnya. Hanya sebuah rumah, tempat dimana ia bisa menata koleksi loncengnya dalam lemari kaca, menghabiskan pagi dengan memasak di dapur, duduk di ruang tamu menanti anaknya pulang, tertawa terpingkal-pingkal di ruang keluarga sambil menonton ‘Empat Mata’, menghabiskan sore menata tanaman di pekarangan belakang, atau sekedar mengintip dari jendela kamar, anaknya tengah bercumbu dengan kekasihnya di ruang keluarga.

            

            Demikian arti rumah baginya, setelah bertahun-tahun hidup bagai sekelompok manusia purba yang berpindah dari satu gua ke gua yang lain. Kelompok, ya, terkadang ia merindukan itu. Tapi sakitnya pun belum hilang. Betapa keluarga telah menjadi neraka hidupnya yang terpanas, terganas, terjahat, terbiadab. Betapa ia sudah tidak lagi memiliki arti masa lalu, walau sinar senja mulai keluar dari ruas-ruas wajahnya. Apa lagi yang diharapkan perempuan di usia seperti itu? Ketenangan batin, perjalanan mendekat pada yang Ilahi, bebas dari hutang, tidak menjadi beban hidup bagi anak-anak, menanti kedatangan cucu-cucu yang menggemaskan, memperindah dan memberi nyawa bagi rumah (agar anaknya selalu ingin pulang), menjadi tiang penopang, pohon yang rindang, yang daunnya lalu berguguran, lalu mati. Maka selesai sudah masanya.

            

              Harapan. Betapa kata itu telah menempanya ribuan masa. Telah menipunya, mengolok-oloknya, merangsangnya, menjebaknya, menariknya, terus menerus apapun itu. Harapan. Dia terus hidup bersamanya, dan sering kali mengajari tentang hal itu pada anaknya. Dunianya adalah dunia yang tragis menyakitkan. Deritanya sungguh menyedihkan bagai Sisifus. Atau dialah Si Lugu yang tak pernah tau orang-orang jahat mengelilinginya, orang-orang yang selalu menghancurkan harapannya, menjegalnya dalam perjalanan sunyi. Tapi, seperti ketika Ö mendapat jawaban dari kekasihnya bahwa lelaki itu masih mencintainya, dia pun terus mengalah dalam kemenangan. Mungkin karena ia membayangkan dirinya bahagia. Mungkin karena ia masih menikmati sakit, menikmati lelah, mensyukuri derita, melenakan kemanjaan hidup dengan tamparan keras. Dia, hanya terus berjalan, berjalan, terpeleset, jatuh, hancur, tertiban, roboh, terseok-seok, merangkak, jongkok, berdiri, berjalan, berjalan, berlari, terselengkat, jatuh, hancur, tertiban, roboh, terseok-seok, merangkak, jongkok, berdiri, berjalan, berjalan, berjalan…dia, hanya ingin terus berjalan.

 

cinta ku untuknya hanya setitik debu diantara jagat cintanya pada ku 

 

Advertisements

24 Comments

  1. Itulah Ibu sejati… hi my friend! I come and visit you again..

    In fact “something” about mother is always touching my heart…Seperti pepatah kuno, kasih ibu sepanjang masa kasih anak sepanjang galah… terkadang kita mengingat Ibu kita tapi lebih banyak kita lupa dan acuh pada kasih beliau…

  2. @ agoyyoga

    thanx to visiting me, pals..

    u right, jadi kangen emak nih
    mother.. how are u to day??

  3. 🙂 sensitive things… you know what, I always think when could I pay back all of Ibu’s kindness… memikirkannya aku bisa menitikkan air mata… dasar sensi!

  4. Ibu yang begitu tulus dan berat sekali pengorbananya. sangat tidak bijak kita tega menginjak-injak harga diri sang ibu…
    oh ibu
    semesta menjadi kelabu
    manakala sang anak belagu… 🙂
    jadi ingat kisah my ibu..

  5. Ibu.. IBu.. IBU..
    Dan aku pun gerimis..

  6. @ qzink

    *ngasih payung buat qzink, biar ga keujanan*

  7. *Menolak payung pemberian urunrembugBrainstorm, dan tetap menggunakan jas hujan plus mantra-mantra pembebasan dari ibu*

  8. potret ibu kebanyakan yang selalu menderita dan berhadapan langsung dengan masalah dan selalu meredamnya dengan kasih dan kesabaran.
    tapi tetap saja membuat air mengalir dari air mata karna melihat kemiripannya dengan ibunda.

  9. *tertunduk dengan sedih*
    jadi inget sama mama di alam sana, dengan semua kasih sayang dan cinta-nya 😐

  10. @ qzink

    kenapa masih manggil gue urunrembug sih???????? iya deh gue ganti nama nanti..

    @ bedh

    mangkanya ada yang bilang kalo Ruh nya Tuhan tuh ada di ibu

    @ extremusmilistis

    *ngasih tisu buat extremus sambil menghibur*

  11. Wah tragis banget nih narasinya, Mas, kayak petulangan Ahasveros yang nggak pernah berakhir. Rumah mengingatkan kita akan pentingnya kedamaian dan kebahagiaan hidup, seperti pepatah sejauh2 burung terbang akhirnya kembali ke sarang juga. OK, salam.

  12. kenapa masih manggil gue urunrembug sih??????

    sorry, bro.. Gak lagi-lagi deh.. 😛

  13. Duo

  14. Hetrix adalah suatu keharusan!!

  15. Sebening tetesan embun pagi, seterang sinarnya mentari
    Bila ku tatap wajahmu, ibu
    Ada kehangatan di dalam hatimu

    Air wudhu selalu membasahimu
    Ayat suci selalu dikumandangkan,
    Suara lembut pun engkau hembuskan
    Berdoa untuk putra –putrinya

    O ibu, engkaulah wanita yang kucinta sepanjang hidupku
    Maafkan anakmu bila ada salah
    Pengorbanannmu tanpa balas jasa
    Ya Alloh, ampuni dosanya
    Sayangilah seperti ia menyayangiku
    Berilah ia kebahagiaan di dunia juga di akhirat

    Ini lirik lagu Ibu dari Sakha, yang sering membuat saya menangis bila mendengarnya. Namun liriknya saya ga hapal banget, mungkin ada yang salah deh. Tar saya perbaiki klo sempat ^_^

    Pokoknya, bagi saya, walaupun saya berikan seluruh dunia dan isinya ini untuk membalas cinta ibu pada saya, itu tak akan pernah cukup untuk membalas atau menyamai cinta yang telah diberikannya pada saya.

    Mamah, I miss you.
    Mamah, I love you, always…meski kadang mina ga tahu bagaimana cara mengungkapkan cinta ini padamu.

  16. postingan ini sedih banget..
    klo tentang mamah..selalu membuat mina menangis..

    ingin pulang..
    jadi ingin pulang…
    ingin pulang dan bertemu mamah..

    mudah2an liburan idul adha nanti bisa pulang segera..

  17. *sujud buat ibu2 sedunia*

  18. eMina emangnya meski jadi ibu, tetap rasa keibuan gak ilang yaa…

    Benar dong kalimat: di atas langit ada langit, di atas Ibu ada Ibu….. 🙂

    hetrixxx..

  19. aku jadi ingat ibuku…

  20. yang ada setelah aku baca ini , jadi teringat sama ibuku , pahlawanku yang udah berkorban dengan penuh semangat .
    salut banget ama tulisan ini , terima kasih juga hari ini sudah singgah lagi di blog saya

  21. I luphe u, bunda…
    Tak akn pRnh t2h bgi2 cnta t2h utk bunda.

  22. ibu sejati adalah ibu yang mampu membimbing anak-anaknya mampu belajar memaknai hidup. Ibu sejati adalah yang berani melepaskan anaknya untuk memilih pasangannya, memilih bentuk hidup, dan menentukan masa depannya. Ibu sejati ibarat matahari yang senantiasa menyinari tanpa berharap menerima kembali. Terima kasih ibu. Selamat Hari Ibu 2008. I Miss & Love U MOM….. ((^___^))

  23. ibu bagai jiwa yang ada dalam diri saya, tak mau sedetik pun saya lepaskan jiwa tersebut, ibu adalah nadi hidupku.
    mom I Love You

  24. duuug klw denger lagu nie gtw napa pasti air mata saya kluar….jdi ingat mamah,,,,pengen pulangggg,,,,,tp gag saya haruss kuat sabar,,,,saya ga boleh mengecewakan mamah,,,saya disini menuntut ilmuuu,,,,hrus mmberikan yang terbaik buat mamah….luv uuu mamahhhh…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: