Skip navigation

Setiap orang terpenjara dalam ketidakbahagiaan. Ketidakbahagiaan terpenjara oleh banyaknya pertanyaan yang timbul atau bahkan pengetahuan yang masuk dengan sendirinya (mungkin memang sudah waktunya). Semakin terjawab pertanyaan-pertanyaan bukan semakin membahagiakan. Justru, semakin memenjarakan kebahagiaan.
Dengan sendirinya, kita telah melepas buku-buku itu. Bukan karena kita sudah paham benar isi buku. Tapi karena kita tahu, tidak ada yang bertambah dari isi buku itu.
Sepertinya tidak adil. Karena buku ada untuk dibaca, dijamah tiap-tiap lembarnya, dimengerti dan coba dipahami. Mungkin dengan tingkatan tertentu, diperbaharui dengan sudut pandang yang baru.
Kebaruan. Dunia terus berputar. Orang-orang berganti pakaian setiap hari. Tetapi, adakah yang berubah dari setiap diri?
Berapa banyak orang yg berani melihat ke dalam ‘buku’ ? untuk kemudian memperbaharui paradigmanya atas sesuatu. Berapa banyak orang yang berani membuka kotak pandora? Tanpa ia tahu apa yang tersisa. Tanpa ia tahu apa yang akan diterima.
Dari sekian banyak tombol di dunia. Berapa banyak orang yang berani menekan tombol ini?

Advertisements

4 Comments

  1. vertamax dulu, ah…

  2. wah, filsuf, nih..
    😀

  3. hmmm..
    hetrik, ah…
    😆

  4. Semoga ada makhluk2 mortal yg haus dengan keingin tahuan, membuka kotak itu untuk kedua kalinya.. Karena konon, ada sang harapan yg tertinggal di dalam kotak yg belum sempat berhambur keluar ketika kotak keburu ditutup kembali, saat pembukaan pertama… 😛


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: