aku adalah titik nol kehidupan
dari titik itu aku mencari Tuhan
dari titik itu aku mencari kehidupan
dari titik itu juga aku mendamba kematian
aku adalah titik nol kehidupan
dari titik itu aku mencari Tuhan
dari titik itu aku mencari kehidupan
dari titik itu juga aku mendamba kematian
17 Comments
sudah ketemu blm tuhannya?
salam kenal
ah semoga semua makhluk bahagia dan tercerahkan
@ joyo
belum mas
salam kenal juga
amin…
salam kenal, mas…
Hai, salam balik tq atas kunjungan ke blogku.
Ahaa… mirip dengan ajaran Siti Jenar yang aku sukai.
Salam kenal di sambangan pertamaku yaa… Ajari aku ber-brainstroming ya… salam hangat, sehangat brainmu…. , sesemangat perncarian pada Tuhan-k(a)u
Nanti Insya ALlah balik lagi membaca artikel2 di sini… soale kudu kerja nih bos…
Salam kenal, makasih sudah berkunjung ke blog saya.
Mari kita sama-sama mencari Tuhan dan kebenaran-Nya.
klo dengan kematian dapat menemukan Tuhan, gak heran banyak orang yang bunuh diri.
mukadimahnya mengerikan
*ah sayah ingin berkenalan dengan mahluk idup aja yah*
hallo… salam kenal… gw colong juga ya linknya… hehe..
skrg udah di titik mana?? atau masih di titik nol??
Sepertinya penganut paham “Tabula Rasa”
Yang penting salaman dulu …
@ morishige
lam enal juga..
*jabat tangan*
@ Uncle Kurt
wah kebalik.. uncle itu yg guru saya..
@ p4ndu_454kura
makasi juga bro..
semoga kita tersesat dijalan kebenaran
@ mutia
selalu banyak alasan untuk mati
@ almas
saya masih idup ko’…
@ Nane
setia dititik nol, karena dari nol kita tau segalanya
salam kenal juga ya.. *cupika-cupiki*
@ deKing
saya NASACOM om.. Nasi Sama Oncom
*jabat dengan erat*
mr.brain….
mana ya profilnyaa?? hahha…
Kontemplatif….
Salam Lestari ….
pengen beda dari yang sudah ada..’salam kenal’ terlalu lazim soalnya
salam untuk para pencari Tuhan sejati.
kita adalah laron2 kecil yg mencoba mendekati cahaya lampu kebenaran.
aku adalah titik nol kehidupan
–> Titik nol kehidupan itu tidak ada, karena kehidupan bukan aspek fisik yang punya “titik nol Mutlak”.
dari titik itu aku mencari Tuhan
–> ngapain mencari tuhan harus dari titik nol kalau ada titik-titik yang sudah lebih dekat?(konyol sekali).
dari titik itu aku mencari kehidupan
–> untuk apa mencari kehidupan, wong tanpa dicari saja kehidupan datang sendiri, orang bodoh di desa yang terpencil saja punya kehidupan…
dari titik itu juga aku mendamba kematian.
–> bukankah kematian adalah proses alami yang akan datang sendiri begitu tubuh kita tak kuat lagi menjalankan fungsinya? bukankah lebih baik mendamba hidup selama tubuh masih sehat…
Maaf, saya tergerak mengomentari tulisan anda dari point of view saya.
salam..
ananto